15 Jenis Steker yang Digunakan Di berbagai Negara Dunia

15 Jenis Steker yang Digunakan Di berbagai Negara Dunia

Di dunia kelistrikan sumber daya merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Sebab perangkat elektronik tidak akan mampu beroperasi tanpa adanya sumber energi listrik.

Di era modern seperti saat ini, sumber listrik untuk menjadi daya perangkat elektronik umumnya dipasok oleh pembangkit ke rumah-rumah. Di rumah ini lah seseorang kemudian memasang steker atau power plug ke stop kontakuntuk mendapatkan daya yang dibutuhkan.

Uniknya, di seluruh dunia steker dan stop kontak memiliki berbagai macam jenis. Sehingga jika seseorang datang dari sebuah negara ke negara lain belum tentu kabel listrik yang digunakan akan bisa cocok dengan stop kontak yang tersedia di lokasi. Perbedaan ini memang ada dan penyebabnya adalah alasan standarisasi industri.

Nah untuk itu jika kamu berencana untuk ke luar negeri, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis steker dan stop kontak yang ada di dunia. Agar kamu tidak merasa kecele ketika datang dan mencari sumber listrik untuk melakukan isi ulang daya pada gawai misalnya.

Inilah 15 jenis steker dan stop kontak yang ada di dunia:

1. Tipe A

Steker tipe A bisa dikatakan sebagai steker generasi pertama di dunia yang ditemukan oleh Harvey Hubbell II di tahun 1904. Steker ini memiliki dua lempeng besi dengan lubang di ujungnya. Lempeng besi ini memiliki bentuk dan lebar yang berbeda sehingga ketika steker harus ditancapkan ke stop kontak, posisi steker harus tepat.

 

 

 

 

Steker dan stop kontak ini umumnya menghantarkan arus listrik sebesar 15 A dengan tegangan sebesar 100-127V. Steker ini digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Jepang.

 

 

2. Tipe B

Steker ini sama seperti tipe A namun memiliki tambahan kaki berbentuk bulat yang berada di tengah. Tujuan dari kaki ini adalah untuk penambahan pengaman (grounding) jika terjadi anomali pada steker saat menancap di stop kontak. Hanya saja, kaki tambahan ini kerap menyulitkan, sehingga dalam aplikasinya kaki tambahan ini sering dihilangkan agar mudah masuk ke dalam stop kontak.

 

 

 

Sama seperti steker tipe B, steker ini memiliki spesifikasi mampu menghantar arus listrik sebesar 15 A dengan tegangan 100-127V. Steker ini umumnya digunakan di negara-negara yang sama dengan steker tipe A: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Jepang.

 

3. Tipe C

Steker tipe C merupakan steker yang paling populer di dunia karena hampir setiap negara menggunakan standar ini. Steker ini memiliki dua kaki berbentuk bulat dan untuk menghantar arus listrik kecil yakni 2,5 A. Itu sebabnya steker tipe c banyak digunakan untuk alat-alat elektronik berdaya rendah seperti pengisi daya baterai, kipas angin, atau lampu.

 

4. Tipe D

Tipe selanjutnya adalah steker tipe D yang memiliki tiga kaki bulat dengan kaki grounding berada di atas. Sementara stop kontak dari steker ini juga memiliki tiga lubang dengan lubang kaki grounding lebih besar dari kaki lainnya. Steker ini umumnya digunakan untuk alat elektronik berdaya sedang sekitar 5A. Sementara tegangannya mencapai 220 V – 240 V. Umumnya steker jenis ini digunakan di India, Silanka dan Nepal.

 

 

 

5. Tipe E

Steker tipe E merupakan steker tekuk dengan dua kaki bulat. Mirip seperti steker tipe C namun steker dengan kabel berbelok 90 derajat dengan kepala yang lebih besar. Steker tipe ini memiliki perbedaan yang kentara di bagian stop kontak yang ternyata memiliki satu kaki tambahan disamping dua lubang kontak. Kaki tambahan ini akan masuk ke dalam lubang arde yang berada di atas.

 

 

 

Steker ini digunakan untuk alat elektronik berdaya hingga 16A dengan tegangan 220-240V. Umumnya berlaku di negara-negara eropa seperti Prancis, Belgia, Polandia, dan Slovakia.

 

 

6. Tipe F

Sekilas tidak ada perbedaan berarti antara steker tipe F dengan tipe E. Hal yang membedakan antara dua steker terletak pada stop kontaknya. yang tidak memiliki kaki tambahan seperti tipe F. Steker untuk tipe F bisa digunakan untuk stop kontak yang sama seperti tipe c yakni dua lubang namun memiliki pengaman lebih berupa groung yang menempel pada sisi atas dan bawah lubang.

 

 

 

 

Tipe F ini memiliki sebutan lain dalam bahasa jerman Schutzkontakt, sebab dibuat di Jerman usai perang dunia pertama. Patennya dimiliki oleh Albert Buttner dari Jerman. Steker ini digunakan dihampir seluruh Eropa dan Rusia kecuali negara Inggris dan Irlandia.

 

 

7. Tipe G

Steker tipe G, steker yang memiliki tiga kaki berbentuk lempeng. Kaki terbesar yang berada di tengah digunakan untuk ground sementara dua kaki lainnya yang horisontal untuk menghantar listrik. Steker ini mampu digunakan untuk alat elektronik dengan daya 13 A dengan tengangan mencapai 220-240V.

Steker jenis ini banyak digunakan di negara-negara persemakmuran Inggris seperti Malaysia, Singapura, Malta, dan juga Inggris sendiri.

 

 

8. Tipe H

Steker ini bisa jadi merupakan steker paling jarang ditemui. Sebab steker ini sangat eksklusif hanya digunakan di daerah Israel dan Palestina. Steker ini memiliki tiga kaki berbentuk bulat dengan daya mencapai 16A dan tegangan 220-240V. Steker ini memiliki stop kontak yang juga berbeda dengan stop kontak tiga kaki lainnya.

 

 

 

 

Stop kontak tipe H harus sedikit lebih besar dibandingkan dengan stop kontak tiga kaki bulat lainnya karena steker tipe H ukurannya sedikit lebih besar. Pun steker ini disebut-sebut juga tidak aman karena stop kontaknya tidak menjorok ke dalam kemudian jika steker longgar, masih akan menghantar listrik.

 

9. Tipe I

Masih steker dengan jenis tiga kaki. Steker tipe ini memiliki kaki yang mirip seperti tipe A atau B yakni berupa lempeng. Namun dua kakinya diposisikan diagonal. Sementara satu kakinya vertikal menjadi ground. Steker ini digunakan untuk alat elektronik dengan arus 10A dan tegangan 220-240V.

Steker ini banyak digunakan di Australia, Selandia Baru, Cina dan Argentina.

 

 

 

10. Tipe J

Steker ini berjenis tiga kaki mirip sekali seperti tipe C. Namun karena memiliki tiga kaki, steker ini membutuhkan satu lubang tambahan di stop kontak. Bentuk stekernya sendiri serupa heksagon yang tidak sama seperti steker-steker lainnya. Steker ini hanya digunakan di Swiss dan negara Liechtenstein untuk alat-alat elektronik berarus 10A dengan tegangan 220-240V.

 

 

 

 

11. Tipe K

Satu lagi steker eksklusif yakni steker tipe K yang hanya digunakan di Denmark dan Greenland. Steker ini memiliki tiga kaki dengan kaki ketiga cukup unik, yakni berbentuk bulat namun terpotong pada bagian atas. Sehingga bentuknya tidak benar-benar bulat. Steker ini umum digunakan untuk alat berarus listrik 16A dengan tegangan mencapai 220-240V.

 

 

 

 

12. Tipe L

Steker tiga kaki ini memiliki bentuk yang agak berbeda dibanding steker kaki tiga lainnya. Steker ini memiliki tiga kaki yang disusun sejajar dengan bentuk yang serupa. Ini menyebabkan steker tipe L membutuhkan stop kontak khusus yang harus bisa memasukkan tiga kaki secara bersamaan.

Stop kontak aslinya sendiri berbentuk kontak vertikal. Namun saat ini telah banyak stop kontak universal yang berusaha bisa mengakomodir tipe ini. Steker ini bisa ditemui di Italia dan Cile.

 

 

13. Tipe M

Steker yang satu ini mirip sekali dengan steker tipe D. Namun jangan terkecoh, steker ini nyatanya tidak bisa dimasukkan ke dalam stop kontak tipe D sebab ukurannya yang berbeda. Steker tipe M sama-sama berbentuk bulat namun ukurannya besar.

Steker ini digunakan untuk alat elektronik berarus 15A dengan tegangan mencapai 220-240 V

 

 

 

14. Tipe N

Mirip seperti steker tipe J, namun steker tipe N memiliki kaki ketiga yang lokasinya berbeda. Ini menyebabkan steker tipe N tidak bisa cocok dengan stop kontak tipe J meski sama-sama memiliki bentuk heksagon. Steker ini umumnya digunakan untuk alat elektronik berarus 10A dan 20 A dengan tegangan antara 100-240V.

Sementara itu steker ini banyak ditemukan di Brazil dan disebut-sebut sebagai salah satu steker paling kuat dan aman di dunia.

 

 

15. Tipe O

Tipe terakhir adalah tipe O. Steker tiga kaki ini hanya ditemukan di Thailand. Mirip seperti steker H dan M namun steker ini lebih bisa disebut sebagai pengembangan dari steker tipe B yang bulat namun tanpa kaki pengaman. Steker ini memiliki jenis stop kontak yang juga khusus yakni stop kontak tiga lubang dengan bentuk agak sedikit menjorok ke dalam.

 

 

 

 

Itulah steker dan stop kontak yang sampai saat ini digunakan di berbagai tempat. Setiap steker memang memiliki alasan tersendiri mengapa steker tersebut diimplementasikan. Salah satunya adalah alasan standardisasi dari pemerintahan untuk industri yang umumnya adalah alasan komponen lokal.

Begitu beragamnya steker yang ada tentu saja akan cukup membuat kerepotan bagi kita yang tidak terbiasa. Apalagi jika kita berkunjung ke suatu negara tanpa memahami jenis steker apa yang berlaku di negara tersebut. Karena itu, daftar ini kami sediakan agar cukup membantu.

Bagaimana? Masih kebingungan untuk menentukan steker apa yang diperlukan? Untuk selengkapnya kamu bisa melihat daftar steker dan stop kontak di berbagai negara lebih lengkap di situs World Standards.

Leave a Reply

Your email address will not be published.