Memilih Mikrokontroller Sesuai Kebutuhan

Memilih Mikrokontroller Sesuai Kebutuhan

Dalam sebuah sistem perangkat keras sebuah mikrokontroler adalah perangkat yang lumrah ditemukan. Sebab perangkat mikrokontroller dapat mempermudah kita dalam merancang sistem dan tentunya membuat sistem lebih fleksibel dalam menerima maupun menanggapi respon dari dalam maupun luar sistem.

Menariknya lagi bahwa memilih mikrokontroler yang tepat pada sistem dapat memberikan dampak positif terhadap sistem yang kita ciptakan. Apa saja dampak tersebut? Berikut ulasannya.

1.   Biaya Murah

Bagi yang ingin merancang sebuah sistem perangkat keras salah satu faktor penting yang akan dipertimbangan saat tahap produksi adalah faktor biaya. Jika terdapat dua sistem yang memiliki fungsi sama namun dengan biaya produksi yang berbeda, maka umumnya sistem dengan biaya lebih murah akan dipilih. Prinsip ini juga berlaku pada sistem perangkat keras yang akan kita buat. Dengan memilih mikrokontroler yang tepat maka biaya pembuatan akan bisa ditekan.

Masalahnya, kebanyakan sistem kerap dijumpai menggunakan mikrokontroler yang melebihi spesifikasi yang dibutuhkan. Seperti terdapat sistem yang sangat sederhana yang seharusnya dapat dibangun atau lebih tepatnya lebih efisien jika dibangun menggunakan komponen analog maupun IC digital non programable. Contoh sistem itu adalah rangkaian Flip-Flop yang menggunakan mikrokontroler atmega-8 dari Atmel, ataupun membuat lampu tidur berbasis LDR dengan Arduino Nano. Dua contoh sistem tersebut menunjukkan pemilihan perangkat pengontrol yang tidak efisien dibandingkan dengan kebutuhan sistem. Akibatnya biaya produksi menjadi lebih mahal.

2.   Efisiensi Bahan Baku/Komponen

Merancang sebuah perangkat keras itu mudah dan sederhana, namun berbeda jika pembuatan desain sistem perangkat keras dalam skala industri. Penambahan satu komponen pasif saja akan melewati banyak persetujuan dari departemen perancangan maupun produksi. Hal tersebut dapat terjadi karena penambahan satu saja komponen akan menambah bahan, jumlah pekerjaan dan waktu produksi. Sehingga pada akhirnya menambah biaya produksi.

Itu mengapa pemilihan jenis komponen termasuk mikrokontroler merupakan sebuah hal yang penting. Sebab komponen termasuk salah satu bagian termahal dalam sebuah sistem perangkat keras.

Pada akhirnya pemilihan jenis mikrokontroler yang melebihi spesifikasi yang dibutuhkan oleh sistem perangkat keras juga akan menyebabkan meningkatnya harga bahan baku. Karena semakin tinggi spesifikasi mikrokontroler, maka biaya yang dikeluarka juga semakin besar.

3.   Faktor Kerusakan dan Service

Sejalan dengan penjelasan sebelumnya bahwa pemilihan mikrokontroler yang tidak efisien pada akhirnya akan menyebabkan penambahan biaya pada produksi. Namun hal yang juga perlu Anda ketahui adalah kerugian dari ketidakefisiensian tersebut tidak hanya berhenti pada biaya dan komponen. Inefisiensi pemilihan jenis mikrokontroler yang tidak sesuai atau over spec akan menyebabkan kelebihan jumlah komponen yang digunakan. Berlebihnya jumlah komponen juga akan meningkatkan kemungkinan semakin banyak komponen yang rusak. Alhasil jika komponen yang rusak semakin banyak, maka biaya perbaikan komponen akan semakin mahal. Sehingga memilih komponen yang tepat termasuk mikrokontroler harus direncanakan dengan baik.

Pada kasus desain perangkat keras tertentu, terkadang komponen pasif sebagai komponen tambahan yang jika mengalamai kerusakan akan bisa mengganggu fungsi tambahannya. Bahkan ada kemungkinan kerusakan komponen pasif sekalipun dapat mematikan seluruh perangkat keras. Bayangkan jika keseluruhan sistem perangkat keras yang harganya bisa mencapai jutaan sampai puluhan juta rupiah harus dibuang dan diganti dengan keseluruhan perangkat keras yang baru hanya karena kerusakan komponen pasif yang mungkin harganya hanya berkisar ribuan bahkan ratusan rupiah saja. Tentu saja hal ini sangat merugikan.

Dari beberapa pembahasan di atas kita dapat memahami mengapa memilih mikrokontroller sebagai komponen perangkat keras elektronika adalah penting.

Pertanyaan selanjutnya kemudian adalah bagaimana cara untuk mengetahui spesifikasi mikrokontroler yang sesuai dengan desan perangkat keras yang kita buat, atau bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan mikrokontroler yang tertanam pada perangkat keras kita. Pembahasan ini akan diulas pada artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.